SMPN 2 Cikupa
  • Beranda
    • Profil
  • Hubungi Kami

Robot Opportunity NASA

Details
Written by: Administrator
Category: Artikel Siswa
Hits: 150

Robot opportunity adalah robot penjelajah yang dikirim ke Planet Mars oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). Robot ini diluncurkan oleh nasa pada tahun 2003 dan mendarat di Planet mars pada tahun 2004. 

Awalnya robot ini direncanakan selama 90 di Mars tetapi robot ini bertahan sampai hampir 15 tahun. Selama misinya, robot ini menemukan bukti² menarik di planet mars contoh nya seperti ada air di mars, penemuan ini sangat penting bagi ilmuan untuk mempelajari planet mars.

Selama berada di mars robot ini menemukan batuan yang mengandung mineral tertentu yang biasanya terbentuk karena adanya air. Salah satu penemuan terbaik nya yaitu adalah salah satu butiran kecil yang disebut "Blueberries", yaitu bola bola hematit yang menunjukan wilayah tersebut pernah basah.

Selama misi nya, robot ini telah menempuh jarak lebih dari 45 kilometer di permukaan Mars, sebuah rekor untuk penjelajah robot di planet lain.

Pada tahun 2018,terjadi badai debu besar di mars. Debu ini menutupi panel surya opportunity sehingga robot ini tidak mendapatkan energi. Setelah berbulan-bulan mencoba menghubunginya NASA akhirnya robot opportunity berakhir pada febuari 2019. Tetapi sebelum itu robot ini mengirimkan pesan untuk NASA bahwa baterainya lemah dan hari mulai gelap.

robot Opportunity adalah salah satu robot penjelajah yang paling keren di Planet Mars. Walaupun awalnya cuma direncanakan bertugas 90 hari, ternyata robot ini bisa bertahan sampai hampir 15 tahun. Selama misinya, Opportunity berhasil menemukan bukti kalau dulu Mars pernah punya air. 

Penemuan ini penting banget karena membantu ilmuwan mengetahui seperti apa Mars di masa lalu. Misi Opportunity memang berakhir karena badai debu yang menutupi panel suryanya, jadi robotnya tidak punya energi lagi. Walaupun begitu, perjalanan dan penemuan Opportunity tetap sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Dari sini kita bisa tahu kalau teknologi manusia sudah sangat maju dan bisa menjelajahi luar angkasa dengan hasil yang luar biasa.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Opportunity 

https://science.nasa.gov/mission/mer-opportunity/

Ditulis Oleh :

Naysila Aulia Assyifa 9E

Bagaimana Kekuasaan Mengikis Moral: Stanford Prison Experiment

Details
Written by: Administrator
Category: Artikel Siswa
Hits: 540

 

Bayangkan sekelompok mahasiswa biasa, tanpa catatan kriminal dan tanpa gangguan mental, tiba-tiba berubah hanya dalam hitungan hari. Bukan karena mereka dipaksa, dan bukan karena mereka memiliki sifat jahat. Semua itu terjadi hanya karena mereka diberi peran dan kekuasaan.

Pada tahun 1971, psikolog sosial Philip Zimbardo melakukan sebuah penelitian yang dikenal sebagai Stanford Prison Experiment. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kekuasaan dan peran sosial dapat memengaruhi perilaku seseorang di dalam lingkungan penjara.

Sekitar 70 mahasiswa mendaftar sebagai relawan. Setelah melalui tes psikologi, 24 peserta laki-laki yang dinyatakan sehat secara mental dan tidak memiliki catatan kriminal dipilih untuk mengikuti penelitian tersebut. Mereka kemudian dibagi secara acak menjadi dua kelompok. 12 orang berperan sebagai tahanan dan 12 orang sebagai penjaga.

Pada awalnya, semuanya tampak seperti permainan peran biasa. 

Namun dalam hitungan hari, suasana mulai berubah. Para penjaga menjadi semakin keras dan penuh kontrol, sementara para tahanan semakin tertekan, pasif, dan kehilangan rasa percaya diri. Beberapa peserta yang berperan sebagai tahanan bahkan mengalami tekanan psikologis yang cukup berat hingga harus dikeluarkan dari penelitian lebih awal.

Eksperimen yang awalnya direncanakan berlangsung selama dua minggu akhirnya dihentikan pada hari keenam. Kondisinya dianggap terlalu ekstrim dan berbahaya untuk dilanjutkan.

Penelitian ini cukup menuai banyak kritik. Banyak ahli menilai bahwa eksperimen tersebut melanggar etika penelitian karena memberikan tekanan psikologis yang serius kepada para peserta. 

Selain itu, ada pula kritik yang menyebutkan bahwa situasi dalam eksperimen tersebut kurang terkendali dan memungkinkan terjadinya perlakuan yang tidak manusiawi. Peristiwa ini kemudian menjadi salah satu alasan penting mengapa aturan etika dalam penelitian psikologi semakin diperketat.

Meskipun kontroversial, eksperimen ini membuka mata banyak orang tentang betapa kuatnya pengaruh kekuasaan terhadap perilaku manusia. 
Identitas seseorang ternyata bisa berubah dengan cepat ketika ia ditempatkan dalam kondisi tertentu. Para “penjaga” merasakan kekuasaan yang memabukkan, sementara para “tahanan” kehilangan harga diri dalam waktu singkat.

Selama membaca dan melakukan riset tentang eksperimen ini, awalnya saya mengira penelitian ini tidak akan berdampak besar bagi para pesertanya. Saya sempat meremehkan dan menganggapnya hanya sebagai permainan peran biasa. Namun ternyata, pemikiran saya salah. Saya tidak menyangka bahwa perubahan psikologis yang terjadi bisa begitu kuat. Mahasiswa yang sebelumnya dikenal ramah dan baik dapat berubah drastis ketika diberi peran sebagai “penjaga”.

Eksperimen ini memberikan pelajaran penting bahwa dalam kondisi tertentu, siapa pun bisa terdorong melakukan hal-hal yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Batas antara manusia biasa dan tindakan kejam ternyata jauh lebih tipis dari yang kita kira.


Sumber: 
Verywell Mind https://share.google/PzAMdge24Wr1pykRx

https://share.google/oKbd06KDTPoW29etE

Wikipedia https://share.google/KiOdRPPhhVQiZswWJ

 

Ditulis oleh :

Meisya Carissa Heriyani (9E)

 

 

Pojok Literasi : "Namaku Alam"

Details
Written by: Administrator
Category: Artikel Siswa
Hits: 116

Novel Namaku Alam

Novel Namaku Alam salah satu novel fiksi sejarah Indonesia. Ditulis oleh penulis yang sama seperti Laut Bercerita, yaitu Leila S. Chudori yang diterbitkan pada tahun 2023.

Novel ini menceritakan kehidupan tokoh bernama Alam, Segara Alam, yaitu anak dari seorang ayah yang dieksekusi mati karena dituduh sebagai anggota PKI saat Alam masih berusia lima tahun. Kisah ini berlatar belakang masa Orde Baru, yaitu periode setelah tahun 1965 ketika pemerintahan saat itu melakukan penumpasan besar-besaran terhadap orang-orang yang dituduh terlibat PKI.

Alam memiliki kelebihan photographic memory yang membuatnya mampu mengingat berbagai hal secara terperinci. Namun, ia menganggap kemampuan itu sebagai kutukan karena membuatnya seolah hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang kelam tentang ayahnya. Hal itu juga menyebabkan Alam dicap sebagai anak dari ‘pengkhianat negara’, seseorang yang dianggap tumbuh dari akar pengkhianat. Sebuah beban identitas yang melekat padanya di mana pun ia berada, sementara ia terus berusaha memahami dirinya di tengah diskriminasi dan perundungan. 

"Ternyata banyak sekali bayi yang lahir dengan 'dosa'. 'Dosa' itu mengalir di dalam darah, terpateri di dahinya, bahwa untuk selamanya dia terlahir sebagai putra atau putri ayah yang terkutuk. Maka sejak bayi hingga dewasa, 'dosa' itu akan selalu ditenteng ke mana-mana."
-Segara Alam.

Alam tumbuh menjadi anak yang emosional sekaligus pemberontak. Dalam buku ini diceritakan kehidupan sekolahnya, teman-temannya, kebersamaan bersama keluarga, hingga kisah percintaannya. Kehidupannya pada masa Orde Baru sebagai keluarga keturunan yang terlibat dengan PKI menjadi alasan Alam dan keluarganya merasa terancam bahkan diperlakukan tidak adil. Malam hari pun kerap membuatnya gelisah karena bayangan tentang ayahnya dan masa lalu yang terus menghantuinya.

Setelah saya membaca novel tersebut, saya menyadari pentingnya mempelajari dan mencatat sejarah untuk mempelajari masa kini dan untuk menghindari sejarah kelam yang terulang kembali. Kalian yang ingin mempelajari sejarah namun yang dikemas dengan cerita yang menyenangkan, buku ini sangat direkomendasikan. Saya tak sabar membaca novel Namaku Alam jilid 2!

 

"Pojok Literasi SMPN 2 Cikupa"

Sinopsis ditulis oleh Siti Nur zaahirah (9E)

Buku Bicara, Kita Bercerita

Details
Written by: Administrator
Category: Artikel Siswa
Hits: 852

"Buat kalian yang suka baca buku dan mungkin lagi nyari-nyari judul buku yang sekiranya termasuk genre yang kalian suka, temen kalian Siti Nurzaahirah dari kelas 8B menulis artikel mengenai buku yang berjudul Laut Bercerita dari sudut pandangnya. Simak ya dan semoga kalian juga bisa jatuh cinta terhadap membaca seperti Siti Nurzaahirah."

Saat awal semester 1 kelas 8 Bu ninin menugaskan kami membawa 1 novel untuk di pelajari karna ada materi tentang buku fiksi dan non fiksi, saya memutuskan membawa novel Laut Bercerita yang sampai sekarang novel tersebut adalah novel fiksi sejarah Indonesia kesukaan saya. Novel tersebut ditulis oleh Leila S. Chudori dan diterbitkan pada tahun 2017 oleh penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Novel ini mengangkat tema aktivisme, penindasan politik, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), kehilangan, dan perjuangan untuk keadilan. Bagi yang gemar mempelajari sejarah-sejarah Indonesia pasti akan menyukainya karena novel ini berbasis pristiwa nyata khususnya penculikan aktivis 1998. Ada banyak informasi faktual tentang sejarah ditahun 1998 karena penulisnya sampai mewawancarai langsung kepada korban penculikan yang berhasil selamat.

Novel ini menggambarkan bagaimana negara dan kekuasaannya bisa membungkamkan suara suara kritis melalui penculikan, penyiksaan, dan bahkan penghilangan paksa. Novel ini menyoroti bagaimana orang orang yang ditinggalkan tetap harus berjuang menghadapi ketidak pastian.

Dan karakter utama dalam novel ini adalah Biru Laut. Saya akan menjelaskan secara singkat sosok Biru Laut, bisa di bilang Biru Laut adalah mahasiswa idealis yang bergabung dalam gerakan aktivisme. Awal nya penuh semangat dan perjuangan namun seiring berjalan nya waktu dia mengalami ketakutan, keraguan, dan akhirnya di hadapi oleh penyiksaan brutal, di perlihatkan juga betapa sadis dan kejam para aparat di dalam novel ini.

Dikabarkan kasus nya belum sepenuhnya tuntas. Padahal kebebasan berpendapat adalah hak semua orang, inti nya menyuarakan kebenaran bisa berujung pada pengorbanan besar.

Karena buku novel ini lah saya jadi tertarik pada sejarah Indonesia. Berkat Bu Ninin menugaskan untuk membawa novel saya juga jadi menyukai membaca. Saat materi musikalisasi puisi pun saya mengambil puisi dari novel ini. "Ternyata benar ya hanya perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca".

 

Siti Nurzaahirah (8B)

Study With Covid 19

Details
Written by: Nadya Sucia Dewi
Category: Artikel Siswa
Hits: 2876

Di awal tahun 2020, sebuah virus dahsyat bernama Covid-19 yg berasal dari China melanda satu dunia, termasuk Indonesia. Sehingga, WHO (World Health Organization) menetapkan virus ini menjadi virus pandemic. Dan Pemerintah Indonesia, memberhentikan dan menutup berberapa fasilitas umum, salah satunya Sekolah.

Di masa Pandemi Covid-19 saat ini, cara yg paling efektif untuk belajar adalah belajar di Rumah menggunakan Smartphone mereka masing – masing. Namun, berberapa siswa yg tidak mempunyai Smartphone sangat kesulitan untuk mengikuti sistem belajar online. Mereka harus meminjam Smartphone teman nya agar bisa mengikuti  kegiatan tersebut.

Sistem pembelajaran online terkadang tidaklah selalu efektif, ada saja kendala yg terjadi seperti file jawaban yg gagal dikirim, dsb. Dan belum lagi, terkadang siswa mengalami masa dimana dia merasa jenuh akan tugas yg diberikan oleh guru mapel. Siswa bisa menerima dua sampai empat tugas sekaligus dalam satu hari.

Di akhir tahun pembelajaran ini, tidaklah seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, setiap akhir tahun ini, Sekolah mengadakan banyak acara diantaranya Wisuda Pelepasan Kelas 9, dan Study Tour Kelas 9. Namun, ambil saja hikmah dari Pandemi Covid-19 ini. Kita lebih peduli akan pentingnya Kesehatan dan kepedulian sesama manusia. Saya harap, Pandemi ini agar cepatlah berlalu, agar sistem pembelajaran di Sekolah kita kembali normal seperti dulu.

 

Artikel ini ditulis oleh Nadya Sucia Dewi (Ketua OSIS 2020)

{jcomments on}

Artikel

  • Artikel OSIS
    • Menumbuhkan Sportivitas Lewat Class Meeting
    • Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini melalui LDKS
    • Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rosulullah SAW
    • Pemilihan OSIS sebagai Wujud Demokrasi Pelajar
    • Pengukuhan Gabungan Ekstrakurikuler 2025
    • Perayaan Hari Kemerdekaan Ke-80
    • Mengenal Lebih Dekat MPLS Ramah 2025 di SMP NEGERI 2 CIKUPA
    • Classmeeting 2025
    • Classmeeting 2024 
    • Festival Merdeka Belajar
    • LDKS 2024
    • Pengukuhan Gabungan Ekstrakurikuler Tahun 2024
    • Bangunlah Jiwa dan Raganya
    • LDKS OSIS SMPN 2 CIKUPA 2022/2023
    • CLASSMEETING 2021
    • Vaksinasi Covid 19
    • MPLS 2021
    • Angkatan 14
  • Artikel Sekolah
    • Siti Nurzaahirah, Suara Literasi dari Website Sekolah
    • Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
    • Persiapan Ujian Kenaikan Kelas: Strategi Efektif untuk Sukses
    • Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?
    • Imbas Covid 19
    • APLIKASI "PEMBANTU" PEMBELAJARAN ONLINE
    • WORKSHOP PENGEMBANGAN SEKOLAH DAN KURIKULUM
    • Kenaikan Kelas
    • Angkatan 13
    • Hari Lahir Pancasila
    • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
    • Ujian Kenaikan Kelas
    • Ujian Sekolah dan UNBK
  • Artikel Siswa
    • Robot Opportunity NASA
    • Bagaimana Kekuasaan Mengikis Moral: Stanford Prison Experiment
    • Pojok Literasi : "Namaku Alam"
    • Buku Bicara, Kita Bercerita
    • Study With Covid 19